Senin, 09 Februari 2009

Instalasi Debian Woody 3.0

Waktu kemarin aku mencari data tentang Debian Woody yang serba terbatas baik di buku maupun internet. Maka dari itu aku mau membagikan pengalamanku ini,mungkin bisa sedikit membantu untuk orang yang ingin melakukan instalasi Debian Woody 3.0. Debian woody ada 9 buah CD yang terdiri dari : 7 buah CD ISO (CD Binary 1 - 7) dan 2 buah CD Package dan masih menggunakan kernel 2.2 tapi bisa diganti dengan kernel 2.4 kok.

Mari kita mulai Proses Instalasi
1. Masukkan CD Binary 1 kedalam CDROM anda untuk memulai instalasi
2. Pada bagian menu instalasi muncul Opening dialog, di baris paling bawah terdapat :
Welcome to Deal
This is debian …………………………………….
……………………………………………………
Boot : ………………………………
Tuliskan pada,
Boot: bf24
[ENTER]
NB : bf24 itu untuk supaya kita nantinya menggunakan kernel 2.4 bukan 2.2, karena kalo menggunakan kernel 2.2, memakai ipchain. Sedangkan kernel 2.4, memakai iptables.
3. Pilihan bahasa kita memilih EN untuk menggunakan bahasa inggris.
‘ Choose The Language ‘
Pilih bahasa ( EN ).
[ENTER]
‘ Choose Language Variant ‘
Pilih ‘ English (United States) ‘ [ENTER].
‘ Relase Notes ‘
Pilih [ENTER].
4 Pilihan selanjutnya non-Unicode Language dan Keyboard Setting kita pilih English (united state).
Next : Configure the Keyboard
[ENTER]
‘ Select a Keyboard ‘
qwerty/us : U.S. English (QWERTY)
[ENTER]

Mau tau lebih detail?...



5. Pilihan untuk Partitions a Hard Disk tekan enter sampai muncul menu untuk mempartisi harddisk kita dalam layer hitam.
Next : Initialize and Activate a Swap Partition
pilih,
Previous: Partition a Hard Disk
[ENTER]
‘ Select Disk Drive ‘
pilih,
/dev/hda
Untuk membuat partisi ikuti langkah berikut :
1. Bootable drive New --> Primary -->Isikan kapasitas partisi ( dalam bentuk Mb, ex : 1Gb = 1024 ) --> Beginning a Bootable
2. Swap partition New --> Logical --> Isikan kapasitas partisi ( dalam bentuk Mb, ex : 1Gb = 1024 ) --> Beginning, Type (isikan dengan 82 untuk linux swap )
Untuk linux swap isikan 2 kali besar RAM. Setelah selesai kemudian pilih write lalu yes. Setelah selesai membuat partisi pilih Quit
6. Instalasi Swap Partition, pada menu ini kita pilih Initialize and Activate a Swap Partition.
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Next : Initialize and Activate a Swap Partition [ENTER]
‘ Scan for Bad Blocks? ‘
pilih no [ENTER]
‘ Are You Sure? ‘
pilih yes [ENTER]
7. Memilih Filesystem untuk partisi linux, pilih ext 3 sebagai Filesystem kita.
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Next : Initialize a Linux Partition
[ENTER]
‘ Choose Filesystem Type ‘
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih yang ke dua atau tengah,
Ext3 : Next Generation of Ext2, a journaling filesystem
[ENTER]
‘ Select Partition ‘
Pilih partisi yang akan dijadikan “Ext3″
Terdapat 3 pilihan pada kotak, pilih,
/dev/hda1 : Linux native
[ENTER]
‘ Scan for Bad Blocks? ‘
pilih No [ENTER]
‘ Are You Sure? ‘
Perhatikan baik-baik apakah benar yang anda pilih /dev/hda1 sebagai “Ext3″ kalau sudah benar
pilih Yes [ENTER]
‘ Mount as the Root Filesystem? ‘
pilih [ENTER]
8. Selanjutnya adalah Menginstall Kernel dan Modulnya. Tekan ENTER terus sampai pada modulnya.
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu’
Next : Install kernel and Driver Modules
[ENTER]
‘ Select Installation Medium ‘
pilih,
cdrom : CD-ROM drive
[ENTER]
‘ Please insert the CD-ROM ‘
pilih [ENTER]
‘ Please Wait ‘
‘ Select Archive path ‘
Pilih directory tempat menginstall kernel.
/instmnt/dists/woody/main/disks-i386/current
[ENTER]
9. Untuk memilih Configure Device Driver Modules. Setelah itu biasanya driver akan otomatis terdeteksi oleh system. Jadi kita langsung bisa pilih Exit , Finished, tetapi lebih baik Anda lakukan secara manual bila terjadi kegagalan.
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Next : Configure Device Driver Modules
[ENTER]
Exit : Finished Configure Device Driver Modules
[ENTER]
10. Mengkonfigurasi Jaringan. Dalam konfigurasi Network Interfaces / LAN Card tidak terdeteksi, dan anda harus mengulang konfigurasi Driver.
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Next : Configure the network [ENTER]
‘ Choose The Hostname ‘
Tulisan bisa dibiarkan tetap Debian
[ENTER]
‘ Automatic Network Configuration ‘ ( DHCP )
pilih No [ENTER]
‘ Choose the IP Address ‘
Ganti tulisan default-nya dengan ‘ IP anda, misal 192.168.1.1‘
[ENTER]
‘ Choose Network Mask ‘
Diisi dengan subnetmask yang anda inginkan
[ENTER]
‘ What is your IP gateway address? ‘
untuk mengisi gateway anda. ( 192.168.1.1) gunakan seperti IP yang anda gunakan karena akses sebagai server, gateway boleh juga dikosongkan
[ENTER]
‘ Choose Domain Name ‘
isi dengan nama Domain anda, misal “dhika.net”
[ENTER]
‘ Choose the DNS Server Addresses ‘
isi dengan alamat IP DNS ( jika anda sebagai DNS server isikan dengan IP anda ). Misal “192.168.1.1”
[ENTER]
11. Instalasi Base System. Disini kita akan menggunakan CD-ROM sebagai media installasi.
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Next : Install the base system
[ENTER]
‘ Select Installation Medium ‘
pilih,
‘ cdrom : CD-ROM drive ‘
[ENTER]
‘ Please insert the CD-ROM ‘
pilih, [ENTER]
‘ Select Archive path ‘
Pilih directory untuk menginstall base sistem.
/instmnt
[ENTER]
‘ Installing Base System, please wait ‘
Tunggu sampai selesai menginstall.
12. Selanjutanya adalah membuat System Bootable. Gunakan LILO System
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Next : Make System Bootable
[ENTER]
‘ When should the LILO boot loader be installed ? ‘
Pilih,
/dev/hda : Install LILO in the MBR (use this if unsure).
[ENTER]
‘ Other bootable partitions ‘
Pilih,
Include Put all into the menu.
[ENTER]
‘ Securing LILO ‘
[ENTER]
13. Selanjutnya kita diberikan dua buah pilihan, yaitu kita akan membuar Boot Floppy atau Reboot computer . Pilih Reboot Computer
‘ Debian GNU/LINUX Installation Main Menu ‘
Next : Reboot The System
[ENTER]
‘ Reboot The System? ‘
Pilih,
Yes [ENTER]
14. Setelah Reboot, lepas CD binary1 lalu akan muncul pilihan Time Zone
Time Zone Configuration. Kita pilih Yes [ENTER].
* Kemudian pilih Zone Area. Kita sebaiknya pilih Asia [ENTER]
* Selanjutnya pilih City or Time Zone dengan Jakarta [ENTER].
15. Selanjutnya adalah Password Setup dimana kita akan mengisikan password untuk root.
Shall I enable md5 passwords? Yes [ENTER]
Shall I enable shadow passwords? Yes [ENTER]
Masukan password : dhika
Shall I create a normal user account now? No [ENTER].
16. Masuk pada menu untuk menghapus packages PCMCIA, karena kita tidak perlu itu, jadi bisa di delete…
Shall I remove the pcmcia packages? Yes [ENTER]
Untuk setting ke ISP pilih No [ENTER]
Do you want to use a PPP connection to install the system? No [ENTER]
17. Selanjutnya adalah Apt Configuration waktunya kita untuk me-Mounting CD Debian kita mulai dari CD 1 – 7 dan Update 1 dan 2 agar packages yang ada di CD dapat di deteksi oleh Kernel. (Bila proses mounting CD ini dirasa terlalu lama kita dapat lakukan nanti sewaktu sudah berhasil menginstall dan masuk ke root dengan apt-cdrom add [ENTER])
Untuk Apt Source kita pilih No [ENTER] saja.
Selanjutnya adalah Security. Pada saat ini pilih No [ENTER].
selanjutnya Run tasksel kita pilih No [ENTER].
Next adalah Run dselect kita pilih No [ENTER] lagi.
18 Nah, Selanjutnya adalah proses menghapus PCMCIA Packages dan file yang tidak diperlukan.
Reading Package Lists … Done
……………………………
…………………………
Do you want to continue? [Y/n] Y [ENTER].
……………………….
……………
Do you want to erase….. downloaded .deb files? [Y/n] Y [ENTER].
Press enter to continue. [ENTER]
………………………………….
……………………
[---Press return---] [ENTER]
* Selanjutnya kita memilih salah satu dari beberapa opsi yang diberikan.
You must choose one of the options below :
( 1 ) Internet………………….
( 5 ) No Configuration
Select a number from 1 to 5, from the list above.
Enter value (default=`1’, `x’ to restart): 5 [ENTER]
Kita pilih 5, karena kita tidak mengkonfigurasi apapun.
Have fun!
……………………….
…………………
Thank you for choosing Debian! [ENTER].
Untuk login kita gunakan user “root” password “dhika”

Selesai deh instalasi debiannya. Mudahkan… nanti akan aku lanjutkan dengan konfigurasi debian woody, seperti DNS, PROXY, DHCP, WEB SERVER, STREAMING AUDIO, dll. Selamat mencoba, semoga postingan ini bisa membantu. Hidup Bhineka Tunggal Kernel…

Baca Selengkapnya......