Rabu, 15 Februari 2012

Seorang Pimpinan Perusahaan = Seorang Bapak bagi Karyawannya... :)


Udah ganti tahun ga terasa tahun kemarin aku cuma tulis beberapa postingan. Awal tahun ini aku akan mulai dengan postingan penyemangat. Postingan yang pernah aku hapus sebelumnya, sekarang ini aku coba kembali untuk tulis dengan cukup banyak tambahan karena memang waktu terus berjalan dan selalu ada pembelajaran baru yang aku alami di tempat aku bekerja.

Kalo banyak orang bilang bos itu cerewet ato galak, hal itu ga berlaku di kantor tempat aku kerja. Bukan karena Pak Stef (nama bosku :P) itu dewa atau malaikat, tapi mungkin lebih tepatnya mungkin karena dia takut hipertensi. Hehehe… tapi aku juga kadang lihat Pak Stef marah karena mungkin dia kecewa kalo karyawannya kerja ga bener.

Hampir 3 tahun kerja disana buat aku belajar banyak hal karena Pak Stef itu ga beda kayak sosok bapak, tapi di kantor bukan di rumah. Menurut salah satu temen kantor Pak Stef itu malah kayak artis Korea. Hmmm tapi aku ga tau artis Korea yang namanya sapa, soalnya aku rasa ga mirip jadi ga terlalu aku pikir. Hehe..

Pelajaran hidup dari seorang bapak di kantor tempat kerjaku yang mungkin akan bisa buat kita belajar lebih banyak lagi tentang hidup. Mau tau lebih banyak tentang pelajaran hidup itu?



1. Awal aku bekerja di kantor itu, yang diberikan Pak Stef adalah kesempatan. Dimana lewat kesempatan itu seseorang bisa menunjukan kemampuannya.

2. Pak Stef pernah bilang kalo, Manusia selama hidup itu yang dibutuhkan dan wajib dijaga itu cuma 2 hal. Badan dan nama, karena kalo badan kita rusak karena sakit, sepintar apapun kita tetap ga akan bisa bekerja. Dan tentang nama karena kepercayaan itu dibutuhkan manusia untuk hidup(walau bernapas dan makan juga penting untuk hidup) yang perlu di jaga adalah nama baik manusia itu sendiri.

3. Menurutnya tidak ada namanya seseorang yang bodoh, yang ada manusia yang tidak mau dan tidak mampu. Kalo seseorang dipercaya sebuah pekerjaan dan salah berarti dia tidak mampu. Dia punya kemauan tapi tidak ada kemampuan hasilnya tidak akan berhasil. Begitu pula sebaliknya.

4. Hal yang pernah disampaikan Pak Stef waktu aku kerja di dua tempat, kantornya dan BPS. Sehari manusia punya waktu 24 jam, tapi sekuat-kuatnya tubuh kita juga butuh istirahat. Karena tubuh yang kita miliki ini adalah investasi kita untuk menggapai masa depan yang lebih baik dari hari ini.

5. Hal lainnya saat Pak Stef memberikanku ijin untuk kuliah pagi. Sehingga waktu bekerjaku jadi berkurang karena aku harus melanjutkan sekolah lagi. Hal itu membuatku harus bisa membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Mungkin di kantor lain ijin ini tidak akan diberikan. Tapi Pak Stef berbeda, dia orang yang baik dan ingin aku lebih maju lagi.

6. Aku belajar untuk lebih berhemat dari Pak Stef walo sebelumnya ibuku juga mengajarkan hal itu. Pak Stef belajar dari ayahnya. Ayah Pak Stef mungkin belajar dari prinsip Zhu Zi (sok tau aku :D). Di dalam prinsip Zhu Zi di ajarkan berusalah untuk hidup sederhana dan hemat, melalui contoh seperti itu anak-anak akan belajar prinsip hidup.

Di tempat aku bekerja sekarang aku belajar banyak hal. Berawal dari tempat itu aku belajar untuk lebih dewasa, lebih memahami dan mengerti orang lain. Karena disana yang kutemukan bukan hanya sosok teman, namun juga keluarga. Dan Pak Stef adalah sosok bapak untuk semua karyawannya termasuk aku.

1 komentar:

Anonimmengatakan...

Wah bosnya baik ya, mbak.
Baca ini buat aku juga belajar untuk bisa kerja lebih baik lagi ni
Lam kenal ya, visit blog...

Posting Komentar